Selasa, 21 Agustus 2018
Kachuusha No Uta, Katyusha dari Rusia untuk Jepang
Eeh ?!? Nani ?! Katyusha di Jepang ?! eeits... ini bukan Katyusha di Girls Und Panzer loh !! apalagi lagu AKB48, Everyday, Kachuusha. tapi memang bukan rahasia lagi bahwa Katyusha, lagu rakyat era Soviet ini sangat populer, kepopulerannya bahkan bertahan hingga saat ini. lagu ini diciptakan pada tahun 1938 oleh Matvei Blanter dengan lirik dari Mikhail Isakovsky. Lagu ini menggambarkan seorang gadis yang merindukan kekasihnya, yang merupakan seorang prajurit yang bertugas di perbatasan nan jauh. Lagu ini pertama kali dinyanyikan oleh siswi dari sekolah industri Rusia di Moskow untuk mengucapkan selamat tinggal pada tentara Rusia terjadi di depan pertempuran melawan Nazi Jerman pada bulan Juli 1941 Lagu ini dengan cepat menjadi populer di seluruh Uni Soviet. lagu ini memasuki Jepang pada tahun 1948, lewat skala pentatonis utama oleh Shinpei Nakayama dan dinyanyikan oleh Matsui Sumako dalam dramatisasi Kebangkitan Leo Tolstoy, yang dibuat pada tahun 1948 di Tokyo. Lagu itu sukses besar, menjual sejumlah besar rekaman dan diambil oleh musisi jalanan di seluruh kekaisaran Jepang. Hal ini dianggap oleh beberapa sejarawan musik sebagai contoh pertama dari musik populer Jepang modern. namun di Kachuusha no Uta, terdapat beberapa penyesuaian pada liriknya, salah satunya terletak pada paragraf pertama di Katyusha, yang dalam bahasa Indonesia yaitu :
" Ketika, buah pir dan apel mulai bersemi, dan kabut mulai menuutpi lembah, Katyusha berjalan menuruni lembah yang curam dan berkabut "
sementara pada Kachuusha no Uta, baris pertamanya adalah :
" Ketika Buah Apel mulai bermekaran, dan kabut, mulai menutupi sungai. engkau yang sedang meratap di desa, musim semi datang diam-diam "
memang, penyesuaian agar mudah dinyanyikan dalam bahasa Jepang, karena dalam bahasa Jepang buah pir bernama Nashi, sementara apel adalah Ringo. dan pokok ceritanya pun lain, disini, sang prajurit adalah seorang samurai, sementara Katyusha, atau Kachuusha dalam pelafalan Jepang adalah isterinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar